Siang itu terjadi peristiwa yang sangat sulit saya hindari tapi sekaligus sebagai sebuah tantangan. Tanggal 23 Agustus 2008, saya dipilih teman-teman orang tua di sekolah anak saya untuk menjadi Ketua Komite Sekolah. Waduh ! Innalillahi wa innailaihi rojiun !

Kalau tidak didasari memang kontribusi di Komite Sekolah adalah sebagai sebuah sumbangsih sosial kepada sekolah dimana kebetulan anak kita ada disana dan masyarakat pendidikan pada umumnya, tentu dengan cepat saya akan menolak posisi ini.

Kenapa disebut instilah ‘perangkap offside’ karena rasanya seperti di jebak he he he …

Mula-mula ada 6 orang calon, lalu secara satu persatu nama-nama itu menyatakan mengundurkan diri, dan saya adalah calon yang terakhir, al hasil priiitttt ! off side ! (begitulah kalau dalam sepak bola he he he)

Tapi ya sudah lah, sepertinya menarik juga. Tantangan yang cukup berat bisa jadi di masalah komunikasi, karena beberapa rumor saya sudah dengar bagaimana ada berapa suara miring, dan persepsi yang berbeda dari stakeholder di dunia sekolah ini. Mungkin bisa jadi karena selama ini kebanyakan para Ibu, jadi berpotensi sedikit rame … (sorry ya Ibu-ibu, ini cuma menyampaikan realitanya)

Dari sini akhirnya dibacalah teks-teks yang dulunya tidak ada niat sedikitpun untuk searching, apa lagi membacanya. Teks itu antara lain Undang-undang pendidikan Nasional dkk. Ternyata Komite Sekolah saat ini memiliki tempat yang sangat strategis, dan dapat berfungsi secara lebih significant terhadap jalannya lembaga pendidikan yang berada dalam lingkungannya.

Pengawasan terhadap transparansi dan akuntability, dsb menjadi sasaran Komite Sekolah. Karenanya para orang tua yang tergabung dalam komite sekolah harus cukup belajar banyak agar persepsi dan knowledge yang dimiliki dapat seirama dengan Management Sekolah dan Yayasan (untuk sekolah swasta) sehingga dapat lebih optimal dalam bermitra dengan Sekolah dan Yayasan serta para orang tua.

Yang jadi kesulitan adalah, kebanyakan orang tua yang masih memiliki waktu (atau mau) untuk ke sekolah anaknya adalah para Ibu, dan juga saya sendiri belum banyak kenal karena memang tidak biasa/bisa ikutan merumpi di luar pagar sekolah ketika anak-anak sudah masuk ke kelas. :)

Penyiapan Struktur organisasi dan personel nya sengaja saya lakukan agak lambat agar dapat memilih dengan lebih tepat siapa yang dapat di tempatkan di struktur agar dalam 2 tahun ke depan Komite Sekolah dapat berjalan dengan optimal.

Semoga semua ini dapat saya dan teman-teman komite jalani dengan sebaik-baiknya.

Maju Terus Pendidikan Indonesia !