Judul di atas adalah sepenggal perkataan yang sangat mengganggu saya pagi ini.
Pada saat si Bungsu yang kelas 1 SD diajarkan oleh Bunda nya, lalu si Bungsu yang masih kebingungan dengan cara/metode yang diajarkan oleh Guru nya sekolah itu lalu saya tawarkan cara lain yang lebih mudah (menurut saya) untuk digunakan. Saya cukup berani mengatakan bahwa cara yang akan saya tawarkan ke dia lebih baik dari yang dia baru dapat dari Gurunya karena bidang Matematika adalah bidang saya. Tetapi belum apa-apa dengan serta merta si Bungsu menolak karena di sekolah ‘harus‘ seperti itu caranya. Lalu Bundanya juga nyeletuk “Kelas satu memang baru sampai disitu !!!“
Seketika itu pula pikiran saya memberontak …
Seharusnya dia bisa berfikir untuk menerima alternatif apapun (asalkan baik) yang akan memudahkan hidupnya (dalam hal ini adalah memudahkan cara berhitungnya)
Akhirnya saya berprasangka bahwa Gurunya kurang memberikan kebebasan, atau malah Gurunya sendiri juga takut untuk berfikir bebas dan terlalu kaku dengan ‘pakem’ pengajaran yang suatu saat akan obsolete juga.
Gawat euy … !